Selasa, 13 November 2018
   EN   

I Info BKIPM

PETA LALULINTAS IKAN CAKALANG NASIONAL 2018 Volume 1

Komoditas ikan Cakalang merupakan salah satu komoditas utama yang banyak dilalulintaskan antar wilayah di Indonesia. Dalam empat tahun terakhir lalulintas ikan Cakalang terlihat cenderung mengalami peningkatan. Dalam periode 2014-2017 volume ikan Cakalang yang dilalulintaskan antar provinsi di Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 52,81 % pertahun. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pengangkutan ikan Cakalang antar provinsi di Indonesia. Total volume ikan Cakalang yang dilalulintaskan antar provinsi di Indonesia tahun 2017 mencapai 29,04 ribu ton (BKIPM 2018). Secara grafis perkembangan lalu lintas ikan Cakalang dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Perkembangan Lalu Lintas Ikan Cakalang Domestik Periode 2014-2017

Data BKIPM (2018) menunjukkan bahwa 5 Provinsi yang mengalami peningkatan share supply ikan Cakalang (domestik keluar) tahun 2017 adalah (1) Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu dari 4,58 % (2014) menjadi 14,27 % (2017); (2) Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu dari 0,77 % (2014) menjadi 10,89 % (2017); (3) Provinsi Bali, yaitu dari 5,78 % (2014) menjadi 10,39 % (2017); (4) Provinsi Sulawesi Utara, yaitu dari 0,36 % (2014) menjadi 10,28 % (2017); dan (1) Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu dari 1,03 % (2014) menjadi 6,91 % (2017). Membaiknya kinerja supply ikan Cakalang dari kelima provinsi tersebut menyebabkan kontribusi Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2017 mengalami penurunan, yaitu dari 68,95 % (2014) menjadi 26,71 % (2017). Walaupun demikian Provinsi Sulawesi Utara tetap merupakan provinsi terbesar pensupply ikan Cakalang nasional. Secara grafis perbandingan share domestic keluar ikan Cakalang menurut provinsi dapat dilihat pada Gambar 2.


Gambar 2. Perbandingan Domestik Keluar Menurut Provinsi

Sementara itu dua provinsi yang mengalami peningkatan share demand (domestik masuk) ikan Cakalang tahun 2017 adalah (1) Provinsi DKI Jakarta, yaitu dari 19,65 % (2014) menjadi 34,23 % (2017); dan (2) Provinsi Sulawesi Utara, yaitu dari 0,96 % (2014) menjadi 4,33 % (2017). Secara grafis perbandingan share domestic masuk ikan Cakalang menurut provinsi dapat dilihat pada Gambar 3.
 

Gambar 3. Perbandingan Domestik Masuk Menurut Provinsi


Data BKIPM (2018) menunjukkan bahwa pada tahun 2017 komoditas ikan Cakalang yang keluar dari Provinsi Sulawesi Tenggara sebagian besar dikirim ke Provinsi Jawa Timur (52,60%) dan DKI Jakarta (37,07 %). Sementara itu komoditas ikan Cakalang dari Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagian besar dikirim ke Provinsi Jawa Timur (96,34%).

Hal yang sama juga terlihat dari pasokan ikan Cakalang dari Provinsi Bali yang dominan dikirim ke Provinsi Jawa Timur (42,49%) dan DKI Jakarta (39,46%). Sementara itu pasokan ikan Cakalang dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara sebagian besar dipasok ke Provinsi DKI Jakarta, yaitu masing-masing sebesar 65,22% dan 82,07%. Secara detail share lalu lintas ikan Cakalang menurut provinsi asal dan provinsi tujuan tahun 2017 dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Share Lalu Lintas Ikan Cakalang Menurut Provinsi Asal dan Tujuan Tahun 2017


Komentar




Search