Jum'at, 24 Maret 2017
   EN   

I Info BKIPM

Pelepasaliaran Lobster Bertelur dan Di Bawah Ukuran di Perairan Teluk Kupang

Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp.) dan Rajungan (Portunus spp.) hanya dapat dilakukan dengan ketentuan : Tidak dalam kondisi bertelur; dan Ukuran panjang karapas di atas 8 (delapan) cm atau berat di atas 200 (dua ratus) gram per ekor.

Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Kupang secara konsisten mengawasi dan menjamin terlaksananya penerapan Peraturan Menteri ini dengan baik, salah satunya adalah dengan pelepasliaran kembali Lobster yang di temukan dalam kondisi bertelur berjumlah 2 (tiga) ekor dan yang di bawah ukuran 200 gram berjumlah 13 (delapan) ekor pada tanggal 17 Maret 2017, yang akan dikeluarkan ke daerah lain. Adapun kegiatan pelepasliaran ini dilakukan bersama Instansi Terkait yaitu, PSDKP Kupang, Sekolah Usaha Perikanan Menengah Kupang dan stakeholders melaksanakan kegiatan pelepasliaran lobster tetsebut di perairan teluk Kupang dengan Koordinat  10°12`85"-123°30`696" yg merupakan daerah terumbunkarang, dengan menggunakan kapal latih milik SUPM Kupan,  selain itu dihadiri oleh Media local.

Seperti yang disampaikan oleh heri kurniawan selaku Kepala Sub Seksi Pengawasan, Pengendalian Data dan Informasi bahwa kegiatan ini dalam rangka menjaga kelestarian Sumber daya kelautan dan perikanan, keberadaan dan ketersediaan lobster di NTT telah mengalami penurunan populasi yang cukup signifikan, karena eksploitasi secara besar-besaran dilakukan tanpa mempertimbangkan ukuran dan kondisi spesies tersebut, terutama kondisi sedang matang gonad dan bertelur. Jika terus berlangsung, hal ini sangat mengancam ketersediaan dan keberlangsungan biota tersebut.

 

Gambar. Kegiatan Pelepasliaran Lobster Bertelur dan di bawah Ukuran

Komentar


Search