Selasa, 22 Agustus 2017
   EN   

I Info BKIPM

KEPITING BETELUR HASIL SITAAN DILEPASLIARKAN DI SUNGAI MUSANG KABUPATEN BANJAR

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai KIPM Kelas II Banjarmasin melakukan pelepasliaran kepiting bertelur sebanyak 121 ekor pada hari minggu tanggal 5 Maret 2017.

Pelepasliaran kepiting kembali ke alam merupakan bagian dari penegakan hukum dan peraturan yang berlaku dengan pertimbangan untuk menjaga keberadaan dan ketersediaannya yang telah mengalami penurunan populasi di alam. Serah terima media pembawa untuk pelepasliaran dilaksanakan di Balai KIPM Kelas II Banjarmasin yang langsung diterima oleh Bapak Ichi Langlang Buana Machmud sebagai Kasie Pengawasan, Pengendalian dan Informasi pada Balai KIPM Kelas II Banjarmasin, dengan dihadiri Saksi-saksi oleh Bapak Akhmad hafizi dan Bapak Sapto Andi Nugroho dari Balai KIPM Kelas II Banjarmasin serta bapak Puji Wisnu W dari perwakilan ekspedisi.

Kepala Balai KIPM Kelas II Banjarmasin, BpkHasim mengatakan, kepiting bertelur tersebut akan dilepasliarkan langsung di Sungai Musang, Aluh aluh.

Sesuai Peraturan Menteri Kelautan Perikanan RI Nomor 56/PERMEN-KP/2016 hasil Perubahan dari Peraturan Menteri Kelautan Perikanan RI Nomor 1/PERMEN-KP/2015 tentang Penangkapan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.) dan Rajungan (Portunus spp.) merupakan jenis dan ukuran yang dilarang/dibatasi untuk dilakukan penangkapan dan diperdagangkan.

Pada Permen KP Nomor 56 Tahun 2016 mengatur, kepiting undersize atau dibawah ukuran 200 gram atau ukuran karapas kurang dari 15 sentimeter dilarang untuk ditangkap dan diperdagangkan.

Periode 15 Desember 2016 sampai 5 Febuari 2017, kepiting telur ukuran diatas 200 gram boleh ditangkap dan diperdagangkan. Periode 6 Februari sampai 14 Desember 2017 kepiting bertelur tidak boleh ditangkap dan diperdagangkan.

Komentar




Search