Selasa, 12 Desember 2017
   EN   

I Info BKIPM

PELEPASLIARAN KEPITING UKURAN DIBAWAH 200 GRAM DI STASIUN KIPM KELAS II MERAUKE

 

Pada hari Rabu, 15 November 2017 Pukul 08.00 WIT, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui UPT. SKIPM Kelas II Merauke berhasil melakukan penggagalan pengiriman Kepiting Bakau dibawah ukuran 200 gr sebanyak 12 ekor yang akan dilalu-lintaskan ke dalam 2 Box melalui Cargo Bandara Mopah Merauke. Hal tersebut telah sesuai dengan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 56/PERMEN-KP/2016 Tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia.
Sosialisasi peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 56/PERMEN-KP/2016 telah dilakukan oleh Kepala UPT SKIPM Kelas II Merauke Ibu. Nikmatul Rochmah, S.St.Pi terhadap seluruh pengguna jasa di Kabupaten Merauke melalui komunikasi langsung, Forum Group Discussion (FGD) dan melalui Surat Edaran.
Pengumpulan informasi, alat bukti, dan keterangan saksi dilakukan oleh petugas SKIPM Kelas II Merauke untuk dilakukan tindakan Penahanan Sementara dan Penolakan serta dilanjutkan pelepasliaran kembali Kepiting Bakau (dibawah 200 gr) di alam yang bertempat di sekitar Hutan Bakau PPI Merauke pada pukul 16.00 WIT. Kegiatan ini dihadiri oleh pemilik Media Pembawa, PSDKP KKP, dan Petugas SKIPM Kelas II Merauke.
Kegiatan ini merupakan bentuk dari penegakan hukum dan aturan yang berlaku dan sekaligus untuk memberikan pembinaan terhadap pengguna jasa akan pentingnya kesadaran terhadap aturan perkarantinaan ikan. Lebih luas lagi, tindakan pelepasliaran Kepiting Bakau (dibawah 200 gr) yang dilakukan diharapkan dapat menjaga kelestarian Kepiting Bakau di Alam Merauke.

Komentar




Search