Selasa, 12 Desember 2017
   EN   

I Info BKIPM

Sumbangsih Tulisan BKIPM Palu pada Prosiding Perikanan Krustasea 2017

 ABSTRAK

PREDIKSI  TEMPORAL  PENERAPAN  PERATURAN  MENTERI  KELAUTAN  DAN  PERIKANAN NOMOR 01 TAHUN 2015 DAN 56 TAHUN 2016 TERHADAP FREKUENSI DAN VOLUME PENGIRIMAN KEPITING BAKAU DI KOTA PALU       Irmawan syafitrianto dan Khoirul Makmun.                       Meskipun penerapan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (PERMEN KP) Nomor 01 tahun 2015 memberikan dampak positif terhadap kelestarian kepiting bakau (Scylla spp.), namun dari aspek ekonomi memberikan dampak yang kurang menguntungkan kepada pelaku usaha. PERMEN KP 56 tahun 2016 merupakan revisi dari PERMEN KP 01 tahun 2015. Analisis jangka panjang terhadap perbedaan regulasi yang telah diterapkan sangat menarik untuk dikaji, alasannya, sebagai gambaran tentang trend volume dan frekuensi pengiriman/perdagangan jangka panjang, sehingga dapat dijadikan acuan dalam manajemen perikanan kepiting bakau yang berkelanjutan. Kajian ini bersifat kausal-komparatif yang mengkaji kemungkinan sebab-akibat dari masing-masing regulasi yang telah diterapkan. Data time series pengiriman kepiting bakau bersumber dari aplikasi “SISKARIN” yang merupakan basis data real time lalu lintas perdagangan produk perikanan. Analisis trend dan growth dilakukan untuk  memprediksi (forecasting) frekuensi dan volume pengiriman kepiting bakau di masa mendatang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika penangkapan kepiting bakau tidak atur dalam Peraturan Menteri KP Nomor 01 tahun 2015, maka volume pengiriman akan mengalami trend penurunan. Jika PERMEN KP 01 2015 tidak direvisi dengan PERMEN KP 56 tahun 2016, maka volume dan frekuensi pengiriman kepiting bakau juga menunjukkan adanya trend penurunan, usaha jual-beli kepiting bakau mengalamai kelesuan karena kurang menguntungkan. Peraturan Menteri KP Nomor 56 tahun 2016 merupakan solusi terbaik dalam pengelolaan kepiting bakau, karena selain dapat meningkatkan iklim usaha yang menguntungkan juga memberikan kesempatan kepiting bakau untuk beregenerasi.       Tulisan telah diseminarkan dan Terbit Pada :  PROSIDING NASIONAL KRUSTASEA 2017 (Menuju Pengelolaan Perikanan Krustasea yang Berkelanjutan di Indonesia). ISBN  978-979-789-054-4      

 

Komentar




Search