Rabu, 22 Agustus 2018
   EN   

I Info BKIPM

Pelepasliaran Anak Buaya Muara & Senyulong oleh SKIPM Jambi dan BKSDA

Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Jambi bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi hari Kamis 08 Februari 2018 melepasliarkan 7 ekor anak buaya yang terdiri dari 4 ekor anak buaya muara (Crocodylus porosus) & 3 ekor anak buaya senyulong (Tomistoma schelegelli) merupakan hasil penggagalan upaya penyelundupan yang terdeteksi x-ray Cargo Bandara Sultan Thaha.

Pelepasliaran dilakukan di kawasan konservasi yang merupakan habitat asli buaya tersebut di Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Nipah Panjang.

Berdasarkan konvensi perdagangan internasional satwa dilindungi (CITES) buaya termasuk satwa Apendiks I. Satwa ini terancam punah jika perdagangan tak dihentikan. Sehingga pelepasliaran merupakan upaya dari pelestarian satwa yang dilindungi.

Aksi penyelundupan satwa dilindungi tersebut, telah melanggar aturan Undang-Undang (UU) No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya dan UU No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Pelaku penyelundupan saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) SKIPM Jambi dan BKSDA.

Dengan kejadian ini, SKIPM Jambi akan lebih meningkatkan pengawasan bersama Aviation Security (AVSEC) Bandara Sultan Thaha di pintu pemasukan dan pengeluaran barang Cargo juga barang bawaan tentengan penumpang pesawat di Terminal.

Komentar




Search