Jum'at, 21 September 2018
   EN   

I Info BKIPM

BKIPM GOES TO MARKET : Menuju Jaminan Pangan Sehat dan Bermutu di Kota Pontianak

Stasiun KIPM Pontianak sebagai UPT yang mempunyai tugas pokok dan fungsi salah satunya Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan sebagai dasar segera melaksanakan  Instruksi Presiden Nomor I tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Peraturan Kepala Badan KIPM Nomor 9/PER-BKIPM/2018 tentang Pengendalian Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan di Sentra Penyedia Pangan Sehat. Seiring dengan acuan pelaksanan tersebut SKIPM Pontianak memfokuskan kegiatan pangan sehat dengan program “BKIPM Goest to Market”, melaksanakan sosialisasi, kunjungan ke pasar modern, pasar tradisional dan pelabuhan pendaratan ikan yang ada di wilayah kota Pontianak

Miharjo, kami telah membentuk Satgas Pangan sesuai Peraturan Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Nomor 9/PER-BKIPM/2018 untuk melaksanakan kegiatan “BKIPM Goes to market dengan tema “Menuju Jaminan Pangan Sehat dan Bermutu di Kota Pontianak yang didalam nya beranggotakan stake holder seperti: BBPOM, LPPMHP, Stasiun PSDKP, Balai Karantina Pertanian, Dinas KP Kubu Raya, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta unsur dari Tim Polda Kalbar, sebagai wujud sinergitas membangun K3 (Komunikasi, Kerjasama dan Koordinasi) dalam mengawal Pangan Sehat khususnya produk perikanan yang beredar di wilayah Kota Pontianak dan dilakukan sebanyak 4 kali dalam 1 tahun (tiap triwulan).

Dilanjutkan Miharjo bahwa untuk lebih efektif palaksanaan BKIPM Goes to Market dibentuk  3 (tiga) tim satgas pangan dengan lokasi sasaran pengawasan adalah : Hypermart, Carrefour, Freshmart (pasar modern), Pasar Flamboyan dan Pasar Kemuning (Pasar tradisional) dan PPI Sungai Kakap (Pelabuhan Pendaratan Ikan). Hal ini sesuai dengan sasaran yang sudah ditentukan perwakilan lokasi tiap sektor perdagangan dan suplai produk perikanan yang ada di kota Pontianak.

Iwan Setiawan (Ketua tim) pelaksanaan Satuan Tugas pangan bahwa hasil sampling dan pengujian dari beberapa lokasi dan dilakukan pengujian laboratorium bahwa tidak ditemukan produk ikan yang mengandung formalin diatas ambang batas masih dalam batas toleransi disamping itu dilakukan pengujian Organoleptik, ALT, E.colli dan Salmonella. Jenis produk yang menjadi sample adalah ikan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat yaitu: udang, tongkol, kembung, patin, cumi, kakap dan lain sebagainya. Ikan yang baik dapat dilihat dari warna kulit yang terang dan cerah. Daging juga terasa keras jika ditekan. Sisik, sirip dan insang tidak mudah robek serta mengkilat. Intinya, tidak memunculkan bau busuk. “Yang mengandung bahan kimia, tidak berbusa ketika dimasak. Ini juga berlaku untuk cumi dan udang, dagingnya kekar dan kokoh bila ditekan. Untuk kerang, usahakan yang masih dalam cangkang dan kondisinya terbuka, tanda masih hidup,” paparnya.

Ditutup oleh Miharjo Stasiun KIPM Pontianak sesuai Inpres 01 memang bertugas untuk memantau terkait mutu dan keamanan hasil perikanan. Salah satunya yaitu melakukan pemeriksaan ke lokasi perdagangan ikan. “Kita harapkan semua peduli terhadap mutu ikan yang bermutu dan layak konsumsi, jangan sampai mengandung bahan berbahaya, pungkasnya.

Twitter @BKIPMPontianakSIGAP

 

 

 

Komentar




Search